Sebuah desa di pagi hari, suara azan terdengar lalu nenekku membangunkan aku dan adikku. " le, tangi ndang sembayang subuh" kami pun bergegas tunaikan solat subuh ke musholla sebelah rumah nenek. Setelah itu nenek menggiring kami ke warung nasi langganan kami tiap pagi untuk sarapan. hmmmm...nasi semur dan sayur lodeh, dibungkus daun pisang, aromanya begitu terasa sampe sekarang. Kangen suasana itu... ketika kami masih umur belasan, dan nenek kami yang sering kami panggil mbah rayi masih ada. Sekarang aku dan adikku sudah berjauhan, paling-paling cuma bisa miskol-miskolan kalo subuh. "wi kangen segone mbah sah" itu yg sering terucap dan terungkap dari hati kecil kami. hehehehe.... Kesibukan membuatku rindu akan suasana pagi desaku yg indah. Naik sepeda keliling sawah. Ah...lupakanlah..mungkin Allah rencanakan itu sebelum aku hadapi semua ini, kehidupan kota yang serba sibuk dan tak bersahabat...hehehe..Alhamdulillah aku dikasih kesempatan mengenyam hidup di desa. Kedua orang tuaku pun masih mendidik terus sampe sekarang untukku biar aku bisa bertahan hadapi kerasnya hidup di kota. Aku sudah menikah dan hampir punya anak, dan inilah hidup, takdir. Apapun yang terjadi ya harus dijalani. hehehe... Masa kecilku yang indah sekedar pengobat rasa kangen, sekedar mengingat dan membayangkan saja..hehehe. sekarang waktunya kerja lagi. Yeaaahhh....i'm ready to work :)
Rabu, 26 Maret 2008
Home Sick!!!
Sebuah desa di pagi hari, suara azan terdengar lalu nenekku membangunkan aku dan adikku. " le, tangi ndang sembayang subuh" kami pun bergegas tunaikan solat subuh ke musholla sebelah rumah nenek. Setelah itu nenek menggiring kami ke warung nasi langganan kami tiap pagi untuk sarapan. hmmmm...nasi semur dan sayur lodeh, dibungkus daun pisang, aromanya begitu terasa sampe sekarang. Kangen suasana itu... ketika kami masih umur belasan, dan nenek kami yang sering kami panggil mbah rayi masih ada. Sekarang aku dan adikku sudah berjauhan, paling-paling cuma bisa miskol-miskolan kalo subuh. "wi kangen segone mbah sah" itu yg sering terucap dan terungkap dari hati kecil kami. hehehehe.... Kesibukan membuatku rindu akan suasana pagi desaku yg indah. Naik sepeda keliling sawah. Ah...lupakanlah..mungkin Allah rencanakan itu sebelum aku hadapi semua ini, kehidupan kota yang serba sibuk dan tak bersahabat...hehehe..Alhamdulillah aku dikasih kesempatan mengenyam hidup di desa. Kedua orang tuaku pun masih mendidik terus sampe sekarang untukku biar aku bisa bertahan hadapi kerasnya hidup di kota. Aku sudah menikah dan hampir punya anak, dan inilah hidup, takdir. Apapun yang terjadi ya harus dijalani. hehehe... Masa kecilku yang indah sekedar pengobat rasa kangen, sekedar mengingat dan membayangkan saja..hehehe. sekarang waktunya kerja lagi. Yeaaahhh....i'm ready to work :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar